Mari berfikir~
Apakah iya pengorbanan cinta itu bisa kelihat, ketika salah satu diantara dua itu menghilang?
menghilang dengan caranya mendonorkan sumsum mereka kepasangan, atau mendonorkan ginjal, mata, bahkan hati, mungkin pula jantung yang mereka punya buat orang yang mereka sayang?
apakah cinta sekejam itu ?
apakah cinta emang harus merenggut nyawa seseorang dulu biar mereka tau kalo sayang dan cintanya itu tulus?
kalo ambil contoh lain yang lebih ringan,
disaat cinta mulai mengusai hati dan pikiran seseorang, namun orang yang dia sayang sudah memiliki tambatan hati yang lain, apa yang harus dilakukan siorang ketiga ini?
menangis dan memohon? Atau merengek seolah berharap dibelaskasihani.?
tentunya si tidak, kebanyakan orang memang sempat berpikir seperti itu,, namun setelah mereka fikir ulang, gue rasa mereka bakalan mundur dan lebih mempertahankan malu dan gengsi dari pada melakukan hal konyol seperti itu.
namun bagaimana cara mereka mengapresiasikan perasaan cinta mereka keorang tersebut? Iya kalo sicalon pasangan mengerti dan paham. Kalo tidak?
pilihannya Cuma dua, berkata terus terang dan jujur kalo lo suka sama dia, biar gak ada beban lagi, atau yang kedua, lo menjauh dan pendem semuanya agar semua terlihat baik-baik saja.
kebanyakan orang memilih pilihan kedua.
why? I don’t know...
katanya sih ya, “gue liat mereka bahagia aja, udah cukup kok.. gue juga bahagia...” ß it’s bulshit!
mana ada orang yang bisa bahagia dengan kebahagiaan orang lain, sementara dia sendiri menderita dan tersiksa dengan sedemikian rupa perasaan yang dia pendem ??
come on! (Hidup itu pilihan, kalo menurut gue) buat apa lo milih disakitin sama perasaan lo sendiri dan stuck sama orang yang mungkin gak bisa lo dapetin?
bukankah lebih baik lo mengambil pilihan pertama?
lo ungkapin semuanya tanpa ada niat buat ngerusak hubungan orang, lo curahin semuanya, lo keluarin semuanya, so? Apa susahnya? Yang kalian dapet ? Bebasss,,lepass,dan LEGA!
dan kalian juga GAK mesti nahan hati ketika melihat dia nih, dia orang yang kalian suka, lagi gandengan,mesra mesraan atau jalan bareng sama gebetannya.!
karna udah lega dan bebas dari perasaan yang seharusnya emang dikeluarin bukan dipendem !
tapi tololnya, kebanyakan manusia manusia bodoh didunia ini lebih memilih pilihan pertama..
kemakan gengsi adalah hal terbesar.. dan dibantu sama ego manusianya.
gengsi inilah gengsi itulah, alaaahhh sepikk lo bro!
termasuk gue, iya gue yang nulis! Masalah?
Tapi itu dulu, duluuuuuu banget... gue sempet jadi orang bodoh yang ngorbanin hubungan kekeluargaan yang baik jadi luar biasaa berantakan karna keegoisan gue dan gengsinya gue..
iyaaaa, meski gue gak berani ngungkapin, toh gue udah sportif untuk kalah, meskipun juga lumayan lamalah gue dikuasain egonya ...sampe akhirnya gue beraniin diri buat minta maaf atas kebodohan gue sendiri,,
setelah gue sadar betapa sepinya hidup gue, barulah ego gue makin berkurang berkurang dan berkuranggg dan perlahan menghilang...
kata maaf yang seharusnya sejak lama keluar malah ragu ragu untuk keluar,,
butuh moment yang paslah, waktu yang pas lah, tempat yang pas lah, halaaahh laamaaa...
semakin sadar gue semakin tau kalo gue semakin jauh, dan sampai Kata maafpun keluar dari mulut gue..
yakinlah suasananya mungkin tak seindah dulu, tapi setidaknya, hidup tanpa beban itu lebih indah lebih bahagia, dari pada hidup yang harus terus terusan mendem suatu rasa, rasa yang seharusnya dikeluarin, bukan dipendem.
yakin sih mas bro mba bro...
Menyesal itu pasti dateng diakhir sebuah cerita ..
dan satu hal yang gue yakinin, setiap manusia memiliki kesempatan kedua, kesempatan kedua untuk mengubah segalanya,
bukan kesempatan kedua untuk mengulang kembali kesalahan yang sama.
dan yang lebih penting lagi ....
:: NGOMONG MAAF ITU SUSAH brooooooo !::
NB:
Jangan Coba coba deh Dikuasain sama ego manusianya..minta maaf itu
susyaaah!!
bayy!
bayy!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar